
Jeneponto — Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAI Yapnas Jeneponto kembali melaksanakan kegiatan Uthlah ‘Arabiyyah yang dirangkaikan dengan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pesantren DDI Kassi. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan bahasa Arab.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibu Zulfiana Abubakar, S.Pd., M.Pd. Wakil Rektor I (Warek I) IAI Yapnas Jeneponto serta Ibu Sukmawati, S.Pd., M.Pd. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program. Selain itu, pimpinan Pesantren DDI Kassi (KH, Rahim Mustafa, Lc., MA.) bersama para guru juga hadir secara langsung dalam kegiatan ini sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan kualitas pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pesantren.
Uthlah ‘Arabiyyah merupakan kegiatan pembelajaran lapangan yang menekankan pada penguatan keterampilan berbahasa Arab secara komunikatif. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Prodi PBA terlibat langsung sebagai pendamping santri melalui berbagai aktivitas edukatif seperti muhadatsah (percakapan), ta’bir syafahi (ekspresi lisan), permainan bahasa, serta simulasi penggunaan bahasa Arab dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Ketua Prodi PBA IAI Yapnas Jeneponto (Dr. Muhammads Firdaus, S.Pd., M.Pd.) menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aplikatif dan menyenangkan. “Melalui pendekatan bi’ah lughawiyyah, kami berupaya menghadirkan lingkungan bahasa Arab yang hidup di tengah santri, sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menggunakan bahasa secara aktif,” ungkapnya.
Selain kegiatan kebahasaan, program Pengabdian kepada Masyarakat juga diisi dengan pelatihan inovasi media pembelajaran bahasa Arab berbasis teknologi. Mahasiswa dan dosen memperkenalkan penggunaan aplikasi pembelajaran kosa kata Arab Islami berbasis Android. Inovasi ini diharapkan dapat membantu santri dalam memperkaya perbendaharaan kata secara mandiri dan berkelanjutan.

Sebanyak 30 santri mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Pihak Pesantren DDI Kassi menyambut baik kegiatan ini dan menilai bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di pesantren. “Kegiatan ini sangat membantu dalam memperkuat budaya bahasa Arab di lingkungan pesantren serta memotivasi santri untuk lebih aktif berkomunikasi,” ujar salah satu pengasuh pesantren.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sesi pelatihan hingga penampilan bahasa Arab di akhir acara. Kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada peserta terbaik serta penyerahan cenderamata dari pihak kampus kepada pesantren.

Melalui kegiatan Uthlah ‘Arabiyyah dan Pengabdian kepada Masyarakat ini, IAI Yapnas Jeneponto berharap dapat terus membangun sinergi dengan lembaga pesantren dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan bahasa Arab, serta mencetak generasi yang kompeten secara linguistik dan adaptif terhadap perkembangan zaman.