Jeneponto — Rangkaian Pembekalan dan Pelepasan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) YAPNAS Jeneponto memasuki hari ketiga. Pada sesi pembekalan berikutnya, mahasiswa mendapatkan materi mengenai “Literasi Digital Desa” yang disampaikan oleh PT Digital Desa Indonesia.
Materi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan transformasi digital di lingkungan pemerintahan dan masyarakat desa. Melalui pembekalan ini, mahasiswa diberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana untuk mendukung pelayanan, komunikasi, penyebaran informasi, serta pengembangan potensi desa.
Dalam penyampaiannya, PT Digital Desa Indonesia menekankan pentingnya pemahaman dan kecakapan digital bagi mahasiswa yang akan melaksanakan KKN. Kehadiran mahasiswa di desa diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi melalui program kerja, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Literasi digital menjadi salah satu aspek yang semakin penting dalam kehidupan masyarakat. Pemanfaatan teknologi secara tepat dapat membantu pemerintah desa dan masyarakat dalam memperoleh informasi, meningkatkan efektivitas komunikasi, serta mendukung berbagai aktivitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Mahasiswa juga diarahkan untuk memahami pentingnya menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Kemampuan memilah informasi, menjaga keamanan data, memahami etika berkomunikasi di ruang digital, serta menghindari penyebaran informasi yang tidak benar menjadi bagian penting dari kecakapan literasi digital.
Dalam pelaksanaan KKN, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari proses edukasi digital di tengah masyarakat. Dengan bekal yang diperoleh melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mampu membantu masyarakat memahami manfaat teknologi sekaligus menggunakannya sesuai kebutuhan dan kondisi di desa.
Literasi digital juga dapat menjadi sarana untuk membantu desa dalam memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki. Produk unggulan, kegiatan masyarakat, potensi wisata, maupun berbagai program desa dapat dipromosikan melalui media digital secara kreatif dan informatif.
Pembekalan tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa bahwa transformasi digital di desa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, serta generasi muda dapat bersinergi untuk menciptakan ekosistem digital yang memberikan manfaat bagi pembangunan desa.
Bagi mahasiswa IAI YAPNAS Jeneponto, materi Literasi Digital Desa menjadi bekal tambahan sebelum terjun ke lokasi KKN. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan melalui program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pemanfaatan teknologi secara positif.
Melalui pembekalan ini, IAI YAPNAS Jeneponto terus mendorong mahasiswa untuk menjadi generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di desa diharapkan dapat membawa semangat inovasi, edukasi, dan kolaborasi dalam mendukung kemajuan masyarakat desa.

