IAI Yapnas Jeneponto Gelar Gerakan Kolaborasi Jum’at Bersih dan Syafari Jum’at di Pasar Boyong

Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Yapnas Jeneponto bersama masyarakat dan aparat setempat menggelar Gerakan Kolaborasi Jum’at Bersih sekaligus Syafari Jum’at dengan tema “Kebersihan Sebagian dari Iman” pada Jum’at, 31 Oktober 2025, bertempat di Pasar Boyong, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus IAI Yapnas Jeneponto, di antaranya:

  • IMM Komisariat Tarbiah IAI Yapnas Jeneponto
  • PMII Komisariat IAI Yapnas Jeneponto
  • HMI Komisariat IAI Yapnas Jeneponto
  • MAPALA Komisariat IAI Yapnas Jeneponto
  • DEMA IAI Yapnas Jeneponto

Gerakan ini dimulai dengan aksi bersih-bersih area pasar, jalan lingkungan, serta fasilitas umum yang sering digunakan warga. Para mahasiswa bersama masyarakat setempat terlihat kompak mengumpulkan sampah, menyapu, dan menata kembali area pasar agar lebih nyaman dan sehat. Setelah kegiatan bersih lingkungan, agenda dilanjutkan dengan pelaksanaan Syafari Jum’at berupa shalat berjamaah dan tausiyah tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari ajaran agama.

Ketua DEMA IAI Yapnas Jeneponto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Kebersihan bukan hanya soal lingkungan yang rapi, tetapi juga cerminan nilai iman kita. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa hadir untuk memberi manfaat dan menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Pasar Boyong turut mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami sangat berterima kasih, kegiatan seperti ini membawa semangat kebersamaan antara pemuda, mahasiswa, dan masyarakat. Pasar kami terasa lebih hidup dan tertata,” ungkapnya.

Gerakan Kolaborasi Jum’at Bersih ini menjadi bukti nyata sinergi mahasiswa kampus dengan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi agenda rutin dan menginspirasi wilayah lain di Kabupaten Jeneponto.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top